Friday, September 18, 2009

Dokter Tulang Orthopedi

Untuk mengobati kaki anak saya yang menderita CTEV atau Kaki Pengkor, saya memutuskan untuk berobat ke Prof. Dr. Soebroto Sapardan yang berpraktek di RS. Sumber Waras Jl. Kyai Tapa, Grogol, Jakarta. Telp. 021 - 5682011 di bagian dokter spesialis dari jam 19.00 sampai selesai setiap hari senin, rabu dan jumat.

Selama berobat ke dokter tersebut kondisi anak saya semakin jauh membaik setelah menjalani casting kembali sebanyak 4 kali dengan rentang waktu 4 minggu sekali. casting tersebut berguna untuk menahan posisi kaki supaya tidak berubah selama 4 minggu hingga anak saya merasa nyaman dengan posisi kainya yang baru kemudian dilakukan pemutaran kembali serta casting hingga posisi kaki anak saya kembali normat seperti anak-anak lainnya. biaya yang kami keluarkanpun tidak sedikit karena setiap kali pemasangan casting saya harus merogoh kocek sebesar 2,1 juta rupiah sejak bulan april 2009 hingga juli 2009.

setelah selesai menjalani proses casting saya setiap hari harus melakukan penekukan kaki anak saya hingga nempel ke tulang kering kakinya hingga fleksible selama sebulan hingga pertengahan agustus 2009 saya baru bisa bernafas lega karena saya ga perlu lagi melihat anak saya menangis hingga teriak setiap kali saya melakukan penekukan pada kedua tungkai kakinya karena saat itu saya sudah diberikan surat pengantar untuk pembuatan sepatu berjenis splint guna mempertahankan posisi kaki anak saya. Dari Dr. soebroto Sapardan inilah saya di rekomendasikan untuk membuat sepatu ke Bp. nirun yang berpraktek di Klinik sasana Husada yang terletak di jalan Kyai Maja berseberangan dengan RS. Pusat Pertamina. dari klinik tersebut saya diberikan No. Hp BP. Nirun (08161387966) guna untuk membuat perjanjian untuk bertemu. Setelah saya mencoba menghubungi Bp. Nirun tersebut kemudian saya dianjurkan untuk datang ke rumahnya yang terletak di Jl. Ciledug Raya GG. KUD RT/RW 01/05 No. 62


setelah seminggu saya menunggu proses pembuatan sepatu untuk anak saya akhirnya saya dapat melihat bentuk dan rupa sepatu yang akan dikenakan anak saya selama 23 jam sehari hingga anak saya belajar berjalan. Untuk memiliki sepatu tersebut saya harus merogoh kocek sebesar Rp. 2.750.000 sepasang. hingga saat ini anak saya masih memakai sepatu tersebut.

Body clinic - Jakarta

Bagi anda yang memiliki masalah dengan kelainan tulang dan membutuhkan terapi anda bisa mencoba untuk datang ke Body Clinic jakarta yang beralamat di Jalan Wijaya IX No. 4, Kebayoran Baru - 12160, Jakarta Selatan. Phone : (62 21) 72783827

Saya mendapat alamat tersebut dari website : http://www.bodyclinicindonesia.com/

yang menjadi penanggung jawab di klinik ini seorang eks patriat dengan keahlian bidangnya masing-masing sehingga hasil yang anda dapatkan maksimal karena anda ditangani oleh seorang ahli dibidangnya. Tetapi semua itu harus anda bayar dengan harga yang sesuai karena menurut ukuran saya termasuk mahal untuk terapi disana, tetapi hasil yang dihasilkan emang tidak mengecewakan.

Yang saya ketahui untuk melakukan pengobatan untuk yang menderita CTEV yang dialami oleh anak saya harus merogoh kocek yang lumayan besar. saat itu saya ditawarkan sebuah paket pengobatan yang berupa paket casting sebanyak 6 kali serta sepasang sepatu Splint seharga 20 juta pada tanggal 5 juni 2009. saat itu kondisi kaki anak saya sudah ga terlalu parah jika dibandingkan dengan saat dilahirkan karena kami sudah mengambil tindakan terlebih dulu sesaat setelah bayi kami dilahirkan berupa pemasangan casting sebanyak 6 kali dengan selang 2 minggu setiap kali pemasangan casting. Hal itu kami lakukan di Medan karena istri saya melahirkan disana dan setelah anak kami berusia 1,5 bulan baru saya jemput mereka untuk memboyong mereka kembali ke jakarta guna untuk menjalani perawatan lebih lanjut di jakarta.

Wednesday, May 20, 2009

harga sepatu dennis Brown Shoes dan Adjustable bar Splint


bagi anda yang hendak mencari sepatu dennis brown dapat saya inform asikan bahwa anda dapat mencarinya di website : www.kkpros.com/ product_shoe.php dengan harga yang relatif ekonomis tetapi belum termasuk ongkos kirim. harga sepatu dennis brown lengkap dengan adjustable bar splint adalah sebesar USD 380.

Bagi anda yang berminat dapat menghubungi perusahaan tersebut yang terletak di negeri jiran malaysia dengan alamat :

K.K. Prosthetic & Orthopaedic Equipment Sdn. Bhd.
HEAD OFFICE
Lot 320, Lorong Pokok Meranti, Taman Seputeh, Jalan Damai, Luyang, 88300 Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.
Telephone +6-088-234416/17/18
Fax +6-088-247181
Mobile +6016-831 9628
Email kkpros@streamyx.com

SELANGOR BRANCH
No. 6, Jalan Watan 6, Taman Sri Watan, 68000 Ampang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia.
Telephone +603-4297 9346
Fax +603-4296 8279
Mobile +6016-322 8400
Email kkpros@streamyx.com

MELAKA BRANCH
No. 1, Jalan Kota Laksamana1/9, Taman Kota Laksamana seksyen 1, 75200 Melaka, Malaysia.
Telephone +606-2835 758
Fax +606-2835 768
Mobile +6016-322 4277
Email kkpros@streamyx.com

MIRI BRANCH
Lot 2452 Ground Floor, Block 5, Jalan Miri Pulut, Boulevard Comm. Ctr, 98000 Miri, Sarawak, Malaysia.
Telephone +6085-423509
Fax +6085-423509
Mobile +6013-836 2553
Email kkpros@streamyx.com

semoga bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya.

Monday, May 4, 2009

cara penanggulangan CTEV


Pada 6 minggu pertama kehidupan, bayi yang lahir dengan club foot sebaiknya menggunakan gips pada kakinya. Tujuannya adalah supaya terjadi koreksi secara pasif terhadap kelainan yang ada, gips ini diganti setiap 1 minggu untuk penyesuaian.


Selanjutnya setelah itu dapat dilanjutkan dengan suatu alat ortopedi yang dinamakan Denis Browne. Alat ini digunakan selama kurang lebih 8 minggu.




Kemudian dilanjutkan dengan boot splint (seperti gambar disamping ini) selama 3 bulan yang digunakan siang dan malam hari.










Setelah itu dapat digunakan straight boots pada siang hari hingga usia 3 tahun.




Anda harus memperhatikan tumbuh kembang pada kaki anak anda hingga berusia 16 tahun agar posisi kakinya tidah kembali ke bentuk semula saat baru dilahirkan. Perhatian yang extra dibutuhkan pada anak yang terlahirkan dengan kondisi demikian (CTEV). Semakin cepat anda bertindak untuk memperbaiki kondisi kaki anak tersebut semakin baik sebelum tulang tersebut mengeras sehingga mempersulit untuk membentuk ke posisi normal seperti pada anak-anak yang lainnya.

CTEV


CTEV/ Club Foot adalah deformitas yang meliputi fleksi dari pergelangan kaki, inversi dari tungkai, adduksi dari kaki depan, dan rotasi media dari tibia (Priciples of Surgery, Schwartz). Talipes berasal dari kata talus (ankle) dan pes (foot), menunjukkan suatu kelainan pada kaki (foot) yang menyebabkan penderitanya berjalan pada ankle-nya. Sedang Equinovarus berasal dari kata equino (meng.kuda) + varus (bengkok ke arah dalam/medial). Jadi dapat disimpulkan ada Club Foot terjadi kelainan berupa : • Fore Foot Adduction (kaki depan mengalami adduksi dan supinasi)• Hind Foot Varus (tumit terinversi)• Equinus ankle (pergelangan kaki dalam keadaan equinus = dalam keadaan plantar fleksi)EtiologiUnknown, ada hubunganya dengan :• Persistence of fetal positioning• Genetic• Neuromuscular disorderInsidensi• Insidensi adalah sekitar 1 dari 1000 kelahiran• Pria > Wanita, dengan 65% kasus terjadi pada pria• Pada 30-40% kasus terjadi bilateralKlasifikasi1. Postural Club foot2. Congenital Club foot :• Simple• Rigid → pada kasus yang rigid, perlu tindakan operasi.3.Syndromic Club foot associated with :@ Artrogryposis Multiplex Congenital atau amioplasia → suatu kelainan kongenital yang berkaitan dengan penggantian otot dengan jaringan fibrosa pada saat lahir, sehingga mengakibatkan hilangnya mobilitas sendi, dan berkaitan dengan deformitas seperti misalnya CHD, talipes equinovarus, dislokasi lutut.@ Myelomeningocel. Pada kasus ini terjadi imbalance otot sehingga terjadi club foot tipe rigid.DiagnosisKelainan ini mudah didiagnosis, dan biasanya terlihat nyata pada waktu lahir (early diagnosis after birth). Pada bayi yang normal dengan equinovarus postural, kaki dapat mengalami dorsifleksi dan eversi hingga jari-jari kaki menyentuh bagian depan tibia. “Passive manipulation dorsiflexion → Toe touching tibia → normal”. PrognosisAsalkan terapi dimulai sejak lahir, deformitas sebagian besar dapat diperbaiki; walupun demikian, keadaan ini sering tidak sembuh sempurna dan sering kambuh, terutama pada bayi dengan kelumpuhan otot yang nyata atau disertai penyakit neuromuskuler.TreatmentMenurut penelitian yang dilakukan Ponseti, sekitar 90-95% kasus club foot bisa di-treatment dengan tindakan non-operatif. Treatment yang dapat dilakukan pada club foot dapat berupa :1. Non-Operative : Serial Plastering (manipulasi pemasangan gibs serial yang diganti tiap minggu, selama 6-12 minggu). Setelah itu dialakukan koreksi dengan menggunakan sepatu khusus, sampai anak berumur 16 tahun.2.OperativeIndikasi dilakukan operasi adalah sebagai berikut :• Jika terapi dengan gibs gagal (If palstering fail)• Pada kasus Rigid club foot pada umur 3-9 bulanOperasi dilakaukan dengan melepasakan karingan lunak yang mengalami kontraktur maupun dengan osteotomy. Osteotomy biasanya dilakukan pada kasus club foot yang neglected/ tidak ditangani dengan tepat.Kasus yang resisten paling baik dioperasi pada umur 8 minggu, tindakan ini dimulai dengan pemanjangan tendo Achiles ; kalau masih ada equinus, dilakuakan posterior release dengan memisahkan seluruh lebar kapsul pergelangan kaki posterior, dan kalau perlu, kapsul talokalkaneus. Varus kemudian diperbaiki dengan melakukan release talonavikularis medial dan pemanjangan tendon tibialis posterior.(Ini Menurut BuKu Appley).Pada umur > 5 tahun dilakukan bone procedure osteotomy. Diatas umur 10 tahun atau kalau tulang kaki sudah mature, dilakukan tindakan artrodesis triple yang terdiri atas reseksi dan koreksi letak pada tiga persendian, yaitu : art. talokalkaneus, art. talonavikularis, dan art. kalkaneokuboid.

Friday, May 1, 2009

Kelainan Tulang pada Balita

Kelainan Tulang Pada Balita

Ada bermacam-macam kelainan tulang yang bisa dialami oleh anak-anak. Namun, bila ditangani dengan baik, kelainan ini masih bisa diperbaiki.



Tidak semua anak beruntung dilahirkan dengan tubuh sempurna. Sebagian bayi-bayi yang lahir, ada yang lahir dengan tubuh yang kurang sempurna. Menurut dr. Sofyanudin, Sp.BO., ahli bedah orthopedi, hampir semua kelainan tulang ini bersifat Congenital, atau kelainan bawaan, artinya kelainan ini terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan (janin). Kelainan-kelainan yang bisa terjadi antara lain:



Kelainan Tulang Kaki

Webbing Jari Kaki/Jari Bebek
Jari-jari kaki berjarak lebih lebar dari normal. Biasanya kaki berfungsi normal, tak mengganggu seperti jari dempet.

In/Out-Toeing

Telapak kaki atau jari kaki bengkok ke arah dalam atau luar. Biasanya akibat salah posisi atau postur tubuh. In-toeing makin buruk jika bayi tidur tengkurap. Gangguan ini bisa dikoreksi sendiri sejalan dengan pertumbuhan anak dan jarang memerlukan penanganan khusus.

Jari Tambahan atau Syndactilly
Jari tambahan membuat kaki susah mengepaskan dengan sepatu. Biasanya dihilangkan dengan operasi sebelum bayi mulai berjalan atau memakai sepatu.

Telapak Kaki Datar (Flat Feet)

Umumnya terjadi karena timbunan lemak pada telapak kaki bayi. Tak perlu dicemaskan, kecuali jika problem ini tak hilang setelah anak berusia 5 tahun. Ada dua jenis kaki datar yang bisa dialami Si Kecil, yaitu flat feet Fleksibel dan flat feet rigid.

- Flat Feet Fleksibel
, adalah kondisi dimana tidak adanya lengkung di telapak kaki. Namun, ini bukan kelainan berat. "Penyebabnya karena tekstur kaki tidak mengikuti lengkung tulang, bila berjinjit, lengkungannya baru akan terlihat," jelas dokter Spesialis Bedah Orthopaedi di RS Fatmawati, Jakarta, ini.

- Sedangkan flat feet rigid atau fixed, disebabkan oleh tulang kaki yang tidak melengkung seperti yang seharusnya. Akibatnya, Si Kecil pun akan tidak mempunyai lengkung kaki. "Bahkan dengan berjinjit pun, telapak kaki tidak akan melengkung seperti pada fleksibel flat feet." Agar tidak sering merasa sakit bila berjalan jauh, biasanya dokter akan menyarankan Si Kecil menggunakan sepatu khusus.

Jari Merpati atau Pigeon Toe
Jari-jari kaki menekuk ke dalam, seperti kaki merpati. Bayi baru lahir punya pigeon toe karena kebiasaan mereka saat dalam kandungan. Kondisi ini biasanya hilang sendiri pada usia 5 tahun. Jika tetap berlanjut, bisa jadi ada penyakit, atau karena pembentukan tulang yang salah secara bawaan.

Clubfoot


Terjadi pada 1 di antara 1.000 kelahiran. Pada 95% kasus, bagian depan kaki menekuk ke bawah, tungkai tertarik ke atas, atau tumit menekuk ke dalam. Biasanya problem ini tak bisa terkoreksi sendiri atau bahkan dengan stretching yang teratur. Penanganan harus dimulai segera setelah anak lahir. Biasanya dengan beberapa tindakan korektif non-operasi. Jika cara-cara ini gagal, operasi dilakukan saat bayi berusia 2-3 bulan.

Kaki Pengkor atau CTEV (Congenital Talipes Equinus Varus)
Kaki pengkor atau CTEV disebabkan adanya kelainan otot. "Kaki memanjang secara tidak sama antara yang belakang dengan depan. Bagian belakang ketinggalan, sehingga memutar," jelas Sofyanudin yang juga berpraktek di RS Siaga Raya, Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Ada dua tipe CTEV, yaitu CTEV tipe fleksibel, yakni yang bisa dikoreksi, dan CTEV tipe rigid. "Kalau ini yang terjadi, sebaiknya tangani sedini mungkin." Bahkan sejak anak lahir. Cara yang dilakukan antara lain mengkoreksi kaki dengan menggunakan gips. "Kalau sudah ada kemajuan, bayi kemudian diberi sepatu khusus (night splin)." Sedangkan kalau yang diderita adalah tipe rigid, harus dilakukan operasi.

Kaki X atau Varus
Kaki anak berbentuk X. Ini bisa dilihat dari sikap berdirinya. Jika ia berdiri, kedua lututnya saling bersentuhan, tetapi pergelangan kakinya tidak. Lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan lelaki. Anak yang kelebihan berat badan (obesitas) juga bisa terancam varus, karena tulang mereka tidak cukup kuat menahan berat badan.
Varus bisa terjadi saat usia 4 tahun, tapi pada usia 7 tahun kaki anak akan lurus. Jika tak membaik, mungkin anak kena penyakit juvenile rheumatoid arthritis, ricketsia, atau infeksi lain. Anak mesti di-fisioterapi. Operasi mungkin diperlukan tapi jika anak sudah berumur 10-12 tahun, sebelum perkembangan tubuh berhenti.

Kaki O atau Valgus/Bowlegs
Kondisi ini terjadi karena kaki bayi terlipat saat dalam rahim. Kaki biasanya mengalami valgus sampai usia 2 tahun. Jika bertahan hingga usia 3 tahun, dokter akan memberi penanganan yang cocok untuk anak. Bisa berupa splinting, gips, pemakaian brace(penjepit) atau operasi.

Kadang valgus terjadi karena produksi lemak pada kaki anak. Valgus bisa disebabkan oleh penyakit Blount, yakni tulang kering melengkung dan tidak secara tepat masuk dalam sendi lutut. Jika bengkoknya terlihat lebih pada satu kaki saja, penyebabnya bisa karena hambatan pertumbuhan. Biasanya valgus akan normal kembali saat anak usia 8 tahun.

Kelainan Varus dan Valgus ini mempunyai penyebabnya sama, yakni karena lembeknya ligamen sebelah dalam. "Begitu lembeknya sehingga waktu anak berdiri, kakinya tidak dapat menunjang tubuh dengan baik," lanjut Sofyan. Ini juga baru tampak saat bayi berdiri. Kelainan seperti ini biasanya tidak berbahaya.

Congenital Dislocation of The Hip (CDH)

Kondisi ini disebabkan benggol lutut keluar atau tidak masuk dengan baik, pada pangkal paha. Kelainan ini bisa juga terjadi akibat sempitnya jalan lahir saat persalinan, sehingga menyebabkan terjadinya dislokasi pada tulang bayi. Bila tidak segera diberikan tindakan perbaikan, akan menyebabkan kelainan bentuk tubuh saat Si Kecil beranjak besar.

Proximal Femoral Focal Deficiency (PFFD)

Proximal femoral focal deficiency
(PFFD) adalah kelainan bawaan yang jarang terjadi pada tulang pangkal paha atas (thighbone). "Kelainan ini menyebabkan panjang pangkal paha berkurang, sehingga paha yang satu lebih pendek dari yang lainnya atau pendek kedua-duanya." Biasanya kelainan dibarengi dengan kelainan lahir lainnya.

PFFD bukanlah kelainan genetik atau keturunan, kelainan ini disinyalir akibat infeksi akibat toksin tertentu. Sejauh ini, penyebabkan diperkirakan toksin thalidomide dan tranquilizer yang bisa menimbulkan sebab khusus. Ada berbagai macam jenis PFFD, dengan penanganan yang berbeda. Pada kondisi tertentu, tulang paha dapat lebih memanjang sehingga Si Kecil bisa berjalan dengan lebih baik.

Kelainan Tulang Tubuh

Scoliosis

Skoliosis merupakan kurva abnormal dari tulang belakang. Normalnya, bila dilihat dari bidang tampak depan/koronal, kurva tulang belakang lurus satu garis dari leher sampai sacrococcygeus (tulang ekor). Bila dilihat dari sisi samping/lateral view terdapat kurva ke depan terus ke belakang. "Gunanya menjaga supaya tulang belakangnya stabil.

Tulang leher melengkung ke depan (lordosis), tulang punggung melengkung ke belakang (kifosis), tulang lumbal (pinggang) akan ke depan lagi, kemudian pada tulang sakrum (tulang duduk) akan ke belakang atau kifosis, sampai ke tulang ekor. Skoliosis terjadi bila ada suatu penyimpangan atau deviasi ke arah lateral (kiri atau kanan) sehingga bengkok dan tak lurus.

Berat ringannya skoliosis tergantung dari besar kecil derajat lengkungnya. Disebut ringan bila derajatnya di bawah 20 derajat. Disebut sedang, bila lengkungnya antara 20-40 derajat. Kondisi berat terjadi bila lengkungnya di atas 40 derajat dan sangat berat sekitar ratusan derajat. Penyebab skoliosis bermacam-macam. Bila derajat lengkungnya melebihi 40 derajat, maka penderita skoliosis dianjurkan operasi.

Spina Bifida

Spina bifida terjadi apabila tulang belakang (vertebrae) bayi tidak menutup dengan baik, yaitu tidak tertutupnya bagian spinal dengan tulang belakang yang menonjol (bulge). Spina bifida dapat terjadi pada setiap bagian tulang belakang, pada saat janin masih di dalam kandungan.

Jenis lain dari kelainan tulang belakang ini, yaitu spina bifida occulta. Kelainan yang secara kasat mata tidak terlihat, karena berada di bawah kulit ini, merupakan kelainan dimana pada beberapa ruas tulang belakang tidak terdapat kleps yang menonjol. "Karena kelainan ini tidak dapat terlihat dengan nyata, kecuali kalau kita menyentuhnya, biasanya banyak orang yang tidak menyadari adanya kelainan ini, " terang Dr. Sofyan.


Sprengel Deformity

Sprengel Deformity
adalah kelainan bawaan yang terjadi pada tulang punggung atau tulang belikat(Scapula). Tulang belikat letaknya lebih tinggi dibandingkan tulang lain di sekitarnya. Punggung yang letaknya meninggi ini menyebabkan tulang belakang dan leher merapat, sehingga mempengaruhi gerakan lengan tangan pada bagian yang mengalami kelainan tersebut. Hingga saat ini, penyebab kelainan ini masih belum diketahui.


Torticollis

Kelainan ini terjadi akibat adanya tarikan otot pada tulang tengkuk, sehingga menyebabkan adanya distorsi pada leher. Kondisi ini menyebabkan leher akan tertarik pada satu sisi dimana tarikan otot terjadi. Ini membuat wajah terlihat miring ke satu sisi. Penyebabnya bisa karena bawaan, keadaan histeris atau adanya tekanan pada susunan syaraf tertentu. Torticollis juga dikenal dengan nama Wryneck.


Kelainan Tulang Tangan

Radius and Ulna

Radius and Ulna merupakan kelainan bawaan yang terjadi pada tulang lengan bawah. Panjang tulang bawah lengan tidak tumbuh normal. Kelainannya bisa terjadi secara keseluruhan atau pada bagian tertentu. Kelainan ini menyebabkan fungsi tangan tidak bekerja dengan baik.


Radial Clubhand merupakan bentuk lain dari kelainan yang terjadi pada lengan, ini terjadi bila pada tulang bawah lengan tidak terbentuk sama sekali. Sehingga tangan menjadi tidak tersangga dengan baik, yang menyebabkan tangan menjadi menekut ke dalam," jelas Sofyan. "Pada bayi, biasanya dilakukan gips atau menggunakan brace."

Webbing
Jari-jari Tangan

Seperti halnya pada jari kaki, pada kondisi ini jari-jari tangan berjarak lebih lebar dari normal. Biasanya tangan masih berfungsi dengan baik dan tidak mengganggu.


Jari Tambahan atau Syndactilly

Sama dengan jari kaki, jari tambahan bisa terjadi pada tangan. Biasanya jari tambahan ini tidak terlalu mengganggu seperti pada kaki.

Club Orthopedi Jakarta

saya selaku mediator guna mempublikasikan segala penyakit dan kelainan pada tulang terutama dititikberatkan pada penyakit CTEV (Congenital Talipes Equinovarus) yang didera oleh Putri saya sendiri. Tujuan dari pembentukan blog ini guna membantu para orang tua untuk mencari tahu semua hal mengenai penyakit tulang yang diderita oleh buah hati atau orang yang dicintai hingga cara mencegah dan mengobati hingga dapat kembali normal seperti kebanyakan manusia lain.

terima kasih untuk dukungan dan pastisipasinya hingga terbentuknya bolg ini.